Minggu, 11 Mei 2014

SiButa dan Jober

Ini ada pace dua orang, yang satu dia pu nama sibut alias (sibuta)… sedangkan dia pu teman si Jober. Si Jober ni tra pake baju, cuma sarung saja :D. Satu hari ni Sibut mo suruh Jober panjat pohon kelapa karena si Buta dia haus dan mau minum air kelapa

Sibut : pella eee,,, Jober sa haus, tenggorokan macam kering kah, coba ko carikan sa kelapa kah ? Ko paling baik sudah.
Jober : coba ko bisa melihat kah, supaya tra usah suruh-suruh sa, bikin susah saja.. :/
Sibut : bah Jober nanti sa kasih ko Rp 3.000, potem sudah..
Jober : Io sudah, nanti ko menangis lagi, tra usah kasih uang, beli sa roko saja.
Sibut : ohh ok baik.
Dong dua jalan cari pohon kelapa untuk Jober panjat, tra lama begini Jober lihat pohon kelapa tinggi eeeee, baru buah banyak lagi. Dong dua merapat ke pohon itu,

Jober : Sibut ko jgn kemana-mana ee, Pokoknya ko tunggu di bawah sini, klo sa kasih turun kelapa ko hitung eee.
Sibut : iyo, ko ribut sampe!!!

Tra lama ini Jober mulai panjat deng badan kosong dan hanya pakai sarung …. Sampe di atas Jober mulai kasih jatuh kelapa satu persatu…..
Bukkk….(kelapa pertama)
Sibut : satuu
Bukkk….(kelapa kedua)
Sibut : Dua…
Bukkkk..(kelapa ketiga)
Sibut : Tiga….
Jober berteriak dari atas pohon “ Sibuuutt Su berapa??”
Sibut : Sudah tiga buah Jober…
Tra lama begini…. Terdengar bunyi yang lebih keras lagi..
BUBRAkkkkkkkk(????!!!!!)
Sibut : Empatt
Jober : Empat Empat apa ini Sa yang jatuh , Tolong-tolong Sibut…. (Sambil merintih kesakitan)
Sibut : Ko di mana Jober?? (tra bisa lihat jadi) gelap
Jober : Sa di sini bahh
Sibut : Di mana eee??? ( Sibut mulai meraba-raba dan dengan tidak sengaja memegang Jober pu panta dan berkata “ YA TUHAN JOBER KO BIBIR DE BANGKA INI
Jober : Bibir-bibir apa??? itu sa pu panta tuh
Sibut : OHH sori sori Jober sa kira ko pu bibir……

PAPUA

Papua adalah sebuah provinsi terluas Indonesia yang terletak di bagian tengah Pulau Papua atau bagian paling timur West New Guinea (Irian Jaya). Belahan timurnya merupakan negara Papua Nugini atau East New Guinea. Provinsi Papua dulu mencakup seluruh wilayah Papua bagian barat, namun sejak tahun 2003 dibagi menjadi dua provinsi di mana bagian timur tetap memakai nama Papua sedangkan bagian baratnya memakai nama Papua Barat.

ASAL USUL NAMA
Perkembangan asal usul nama pulau Papua memiliki perjalanan yang panjang seiring dengan sejarah interaksi antara bangsa-bangsa asing dengan masyarakat Papua, termasuk pula dengan bahasa-bahasa lokal dalam memaknai nama Papua.
Provinsi Papua dulu mencakup seluruh wilayah Papua bagian barat. Pada masa pemerintahan kolonial Hindia-Belanda, wilayah ini dikenal sebagai Nugini Belanda (Nederlands Nieuw-Guinea atau Dutch New Guinea). Setelah berada bergabung dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia Indonesia, wilayah ini dikenal sebagai Provinsi Irian Barat sejak tahun 1969 hingga 1973. Namanya kemudian diganti menjadi Irian Jaya oleh Soeharto pada saat meresmikan tambang tembaga dan emas Freeport, nama yang tetap digunakan secara resmi hingga tahun 2002.
UU No. 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus Papua mengamanatkan nama provinsi ini untuk diganti menjadi Papua. Pada tahun 2003, disertai oleh berbagai protes (penggabungan Papua Tengah dan Papua Timur), Papua dibagi menjadi dua provinsi oleh pemerintah Indonesia; bagian timur tetap memakai nama Papua sedangkan bagian baratnya menjadi Provinsi Irian Jaya Barat (setahun kemudian menjadi Papua Barat). Bagian timur inilah yang menjadi wilayah Provinsi Papua pada saat ini.
Nama Papua Barat (West Papua) masih sering digunakan oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM), suatu gerakan separatis yang ingin memisahkan diri dari Indonesia dan membentuk negara sendiri.

GEOGRAFI
Pulau Papua memiliki luas sekitar 421.981 km2, pulau Papua berada di ujung timur dari wilayah Indonesia, dengan potensi sumber daya alam yang bernilai ekonomis dan strategis, dan telah mendorong bangsa – bangsa asing untuk menguasai pulau Papua. Kabupaten Puncak Jaya merupakan kota tertinggi di pulau Papua, sedangkan kota yang terendah adalah kota Merauke. Sebagai daerah tropis dan wilayah kepulauan, pulau Papua memiliki kelembaban udara relative lebih tinggi berkisar antara 80-89% kondisi geografis yang bervariasi ini mempengaruhi kondisi penyebaran penduduk yang tidak merata. Pada tahun 1990 penduduk di pulau Papua berjumlah 1.648.708 jiwa dan meningkat menjadi sekitar 2,8 juta jiwa pada tahun 2006.

SUKU ASLI PAPUA
Jika dilihat dari karakteristik budaya, mata pencaharian dan pola kehidupannya, penduduk asli Papua itu dapat dibagi dalam dua kelompok besar, yaitu Papua pegunungan atau pedalaman, dataran tinggi dan Papua dataran rendah dan pesisir. Pola kepercayaan agama tradisional masyarakat Papua menyatu dan menyerap ke segala aspek kehidupan, mereka memiliki suatu pandangan dunia yang integral yang erat kaitannya satu sama lain antar dunia yang material dan spiritual, yang sekuler dan sacral dan keduannya berfungsi bersama-sama.

Kelompok suku asli di Papua terdiri dari 255 suku, dengan bahasa yang masing-masing berbeda. Suku-suku tersebut antara lain:
Ansus
Amungme
Asmat
Ayamaru, mendiami daerah Sorong
Bauzi
Biak
Dani
Empur, mendiami daerah Kebar dan Amberbaken
Enggros
Fuyu
Hatam, mendiami daerah Ransiki dan Oransbari
Iha
Kamoro


Korowai
Mandobo/Wambon
Mee, mendiami daerah pegunungan Paniai
Meyakh, mendiami Kota Manokwari
Moskona, mendiami daerah Merdei
Muyu
Nafri
Sentani, mendiami sekitar danau Sentani
Souk, mendiami daerah Anggi dan Menyambouw
Tobati
Waropen
Wamesa


SENJATA TRADISIONAL
Salah satu senjata tradisional di Papua adalah Pisau Belati. Senjata ini terbuat dari tulang kaki burung kasuari dan bulunya menghiasi hulu Belati tersebut. senjata utama penduduk asli Papua lainnya adalah Busur dan Panah. Busur tersebut dari bambu atau kayu, sedangkan tali Busur terbuat dari rotan. Anak panahnya terbuat dari bambu, kayu atau tulang kangguru. Busur dan panah dipakai untuk berburu atau berperang.
sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Papua